"milik pemimpi hebat yang mempercayai langit sebagai tempat menggantungkan mimpi-mimpinya"
Jumat, 30 Mei 2025
Kun Fayakun (it's been a year)
Minggu, 20 Juni 2021
Happy Father's Day
Kamis, 04 Juni 2015
Katanya Cinta
Pesakitan dan Kebangkitan
Minggu, 08 Maret 2015
Tentang Perempuan
Nasib perempuan sekarang lebih baik daripada beberapa masa yang lalu, dimana kaum perempuan diberi hak dan kewajiban yang timpang. Alhamdulillah, saudari-saudari sekarang bisa dengan bebas belajar dan berkarya atau masihkah dirasa belum bebas? Lantas,perubahan apa yang akan kalian upayakan demi perbaikan?
Cc: Miak KAS_3G
Perubahan apa?
Ketika sekarang perempuan bisa bergerak seluwes laki-laki, hendaknya memanfaatkan keluwesan itu untuk belajar dan berbakti.
Dalam bentuk apa?
Sungguh, sebaik-baik perempuan adalah ia yang multitalenta, karena perempuan ada untuk dunia. Tanpa perempuan, maka tiadalah lagi kehidupan. Perempuan ditakdirkan memiliki rahim sebagai tempat berkembangnya manusia lain. Sejatinya seorang perempuan akan menjadi ibu, dan seorang ibu haruslah menjadi dokter, guru, koki, dan pahlawan. Saya akan manfaatkan kebebasan yang negara berikan dan karunia yang Allah berikan untuk mengumpulkan beragam ilmu. Menguasai ilmu kedokteran seperti yang sedang saya geluti sekarang, menekuni dunia penyiaran agar banyak pengetahuan yang bisa saya kumpulkan, menelusuri resep-resep masakan agar anak-anak saya bisa makan makanan enak dan bergizi setiap hari, menyulam benang-benang agar dapat memberikan kehangatan pakaian buatan tangan kepada yang terkasih, dan terakhir yang tidak kalah penting, yaitu membaca buku-buku cerita agar bisa memberikan dunia kepada anak-anak saya melalui mata dan hatinya.
Lalu apa yang akan saya berikan untuk perubahan?
Saya akan mendampingi lelaki yang telah meminta saya pada Ayah saya. Menyeka keringatnya saat ia pulang kelelahan, menyiapkan paginya dengan senyum dan sepaket sarapan, memeluknya ketika ia tenggelam dalam penat pekerjaan, tampil cantik di hadapannya agar terpulas selalu senyum di wajahnya, serta menjadi pakaian untuknya sebagaimana ia menjadi pakaian untuk saya. Menjadi istri yang berbakti sepenuhnya agar terjalin hubungan baik antara dua kehidupan, dua keluarga yang kami satukan.
Saya akan lahirkan kesatria-kesatria tangguh dan putri-putri yang menawan dalam lingkungan keluarga yang indah meski besarnya rumah tak seberapa. Saya akan menjadi ibu yang cerdas material dan spiritual agar dapat menyediakan madrasah pertama bagi calon-calon penerus bangsa. Saya akan tebarkan kebaikan lewat sela-sela jari dan sudut-sudut bibir, agar tetangga pun selalu saling menyayangi. Saya akan jadikan keluarga saya agen Tawassaw (penyampai pesan) agar masa (waktu) yang Allah berikan kepada kami tidak sia-sia.
Madang, 8-9 Maret 2015
(untuk menjawab pertanyaan sobat saya, Muhammad Sanjaya, yang diajukan tengah malam mendekati akhir Hari Perempuan Internasional ketika saya mulai berlagak penat melihat tumpukan materi ujian)
Selasa, 17 Februari 2015
Lomba Menulis Artikel Hari Gizi Nasional 2015 (oleh MCA-Indonesia)
Sampaikanlah Kebaikan Walau Hanya Satu Kata
Oleh: Intan Chairrany
(Pendidikan Dokter, FK Unsri 2012)
“Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”
-HR. Thabrani dan Daruquthni-
Bunyi hadist diatas tentunya sudah tak asing lagi di telinga masyarakat, baik yang muslim maupun non-muslim. Pernyataan bahwa manusia paling bermanfaat adalah manusia terbaik selalu digaung-gaungkan oleh setiap agama, setiap organisasi, setiap perkumpulan masyarakat. Lalu apa lagi yang masih ditunggu untuk mulai berkontribusi? Ada banyak aspek yang dapat difungsikan untuk menjadi bermanfaat, salah satu cara termudah adalah dengan berbagi. Berbagi kasih dengan berbagi pengetahuan, berbagi pengetahuan dengan menyampaikan.
Kader-kader Posyandu Anyelir tampak sibuk melayani para ibu yang membawa anaknya untuk mengikuti pemeriksaan bulanan yang diadakan di RW 01 Kelurahan 20 Ilir D1 (14/02). Kegiatan Posyandu yang rutin dilakukan setiap bulan ini selalu menjadi magnet bagi ibu hamil, ibu dengan balita, dan beberapa lansia. Khozanah, Ketua Kader Posyandu Anyelir mengungkapkan bahwa jadwal pelaksanaan Posyandu tiap bulan telah diatur oleh Puskesmas. Namun pada pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan waktu yang disepakati oleh para kader bersama pihak Puskesmas. Sosialisasi waktu pelaksanaan kegiatan Posyandu dilakukan oleh kader yang notabene warga daerah setempat melalui penyampaian dari mulut ke mulut.
Kegiatan Posyandu Anyelir kurang lebih sama dengan posyandu lainnya yang dibagi dalam 5 Langkah, yaitu Pendaftaran, Penimbangan, Pencatatan, Penyuluhan, dan Pelayanan Kesehatan yang semuanya dilayani oleh Kader Posyandu. Setiap kali pemeriksaan, ibu-ibu datang dengan tangan kosong. Mereka hanya membawa anaknya tanpa KMS karena ternyata KMS dan buku KIA dipegang oleh kader setelah pemeriksaan untuk mencegah kasus kehilangan. Beberapa ibu bahkan tidak tahu hasil pemeriksaan bayinya karena situasi yang ramai dan terburu-buru melangkah ke meja berikutnya. “Saya tidak ingat lagi hasil penimbangan tadi, karena saat anak saya diperiksa mejanya ramai sekali. Setelah itu, kertasnya langsung saya serahkan ke meja pencatatan,” ujar Oci, ibu berusia 23 tahun yang datang memeriksakan dua anaknya. Sebagian lainnya malah langsung pulang setelah melakukan penimbangan balitanya untuk menghadiri undangan hajatan, misalnya. Kadang penyebab ketidaksesuaian fakta yang diutarakan oleh Kader dan warga tidak lain adalah kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Mereka hanya tahu bahwa Posyandu ada untuk menimbang bayi, memberikan imunisasi dan suplemen, serta pengobatan dan makanan tambahan bagi bayi atau balita yang membutuhkan. Padahal sebenarnya fungsi Posyandu tidak hanya seperti itu.
Rendahnya tingkat komunikasi antara Kader Posyandu dengan masyarakat yang kurang tahu dan kurang peduli pengakibatkan prevalensi stunting yang cukup tinggi di Sumatera Selatan (36,7%). Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi (MCA-Indonesia, 2013). Keadaan ini dapat dimulai sejak janin masih berada di dalam kandungan dan mulai terlihat pada tahun-tahun pertama kehidupan. Pemerintah Indonesia sudah bergerak mencegah stunting dengan meluncurkan “Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan” yang lebih dikenal dengan 1000 HPK pada September 2012. Saat ini Idonesia masih berada di peringkat 5 ASEAN dengan prevalensi stunting sebesar 37,2%, bukan suatu angka yang membanggakan.
Angka kejadian stunting di Posyandu Anyelir cukup rendah karena bayi yang diduga mengalami stunting segera ditatalaksana oleh Kader Posyandu bekerjasama dengan Puskesmas Dempo. Namun di daerah-daerah tertentu yang ibu-ibunya kurang peduli dan kader posyandunya masa bodoh, usaha mengontrol kondisi gizi anak pada tahun pertama kehidupan menjadi sia-sia. Kegiatan Posyandu harus aktif dilaksanakan di setiap daerah, pengontrolan keadaan gizi anak secara rutin dapat mencegah terjadinya kekurangan gizi kronik yang tidak terlihat. Dengan dilakukan pemeriksaan tinggi dan berat badan serta lingkar kepala, Posyandu maupun Dinas Kesehatan dapat menatalaksana anak-anak yang pertumbuhannya kurang dengan cara pemberian asupan gizi yang lebih baik.
Kepedulian ibu dan masyarakat yang lebih mengerti sangat dibutuhkan dalam mengurangi prevalensi stunting di Indonesia menjadi di bawah 32% pada tahun 2015 seperti ditargetkan dalam Millenium Development Goals (MDGs). Sayangnya, ada banyak ibu yang kurang mengenal dan memahami fungsi meja Penyuluhan dalam setiap kali pelaksanaan Posyandu. Sejak KMS dan buku KIA tidak lagi dipegang ibu, dengan alasan sering hilang sedangkan proses cetak dan distribusi KMS tidak sebentar, hanya beberapa ibu yang melewati meja Penyuluhan. Padahal di sana ibu akan mendapatkan penjelasan dari kader mengenai kondisi anaknya saat ini dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan memperoleh pengarahan tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh ibu di rumah maupun yang dibantu oleh Dinas Kesehatan.
Kerjasama antara ibu, keluarga dan Kader Posyandu akan membuat Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Sosialisasi mengenai peran Posyandu dalam membantu ibu hamil dan menyusui dengan usia anak kurang dari 5 tahun sangat perlu dilakukan secara berkala agar para ibu mengerti pentingnya peran tiap langkah di Posyandu. Peran Kader Posyandu dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai kesehatan anaknya sangat besar. Ibu yang telah menerima penjelasan akan mengerti bahwa pemeriksaan yang dilakukan sejak masih mengandung hingga anak berusia 2 tahun akan mengurangi risiko cacat lahir dan terhambatnya pertumbuhan. Selain itu, nutrisi yang cukup, sanitasi dan higiene yang terjaga, serta kepedulian keluarga akan mengembangkan kemampuan kognitif anak untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selasa, 27 Januari 2015
Cerita dari Sahabat
(Baru saja aku membongkar dropbox-ku lalu menemukan satu file ini. Tulisan yang kubuat lebih dari sebulan lalu, ketika aku sedang sibuk melarutkan diri dalam cairan baru. Manis namun ironis, memurutku. Haha)
Hari ini sobatku membawa berita gembira yang membuatku terhanyut dalam euforia. Seringai lebar tak hilang-hilang dari wajahku sepanjang ceritanya. Katanya orang itu sudah menyukaiku dari awal mengenalku. Katanya ada sesuatu yang berbeda dariku, bagus katanya untuk dijadikan istri. Aku tersipu, masih separuh tak percaya. Aku juga menyukainya, tertarik padanya sejak pertama aku tau siapa dia. Aku memperhatikan gerak geriknya mencari tahu siapa dia, diam-diam tanpa ada yang tahu. Ternyata dia pun begitu. Dia menyimpan perasaannya untuk dirinya sembari terus berdoa.
Tidak pernah ada yang tahu kapan suatu perasaan akan datang. Yang kita tahu, ketika Allah ingin mempertemukan dua hati, Ia akan menggerakkan keduanya, bukan hanya satu saja. Tak ada yang tahu bagaimana rasa itu tercipta, yang kita tahu hanya gelenyar pelan yang merayap indah di dada. Kami sama-sama memendam rasa sejak lama, meski tidak saling berbicara. Kami saling mengenal bahkan hidup dan bercerita dalam dunia yang sama meski jarang saling menyapa. Kami sama-sama pemalu, entah karena pada dasarnya begitu atau karena perasaan yang menahan kami dan membuat kami segan berkata. Tanpa perasaan ini mungkin aku akan berbicara biasa saja dengannya, memanggilnya, mengajaknya bercerita, seperti teman-temanku yang lainnya. Tapi karena ini aku takut satu kalimatku dapat membuatnya menyadari apa yang kurasa. Aku malu. Karena aku tidak tahu.
Cerita teman dekatku bahwa ia terus mencoba memperbaiki dirinya membuatku tersentuh. Aku disini masih saja terhanyut dalam masa lalu, cerita-cerita lamaku, sementara ia terus bertransformasi menjadi baru. Sampai saat menulis ini aku masih tersenyum, mengingat-ingat gumpalan perasaan yang kupintal sejak entah kapan. Yang sekarang macam terjawab dengan pergerakannya. Hati yang selama ini kusimpan sendiri mulai mau menduplikasi kunci. Karena sekarang tak mau lagi terbawa arus perasaan palsu, aku mencoba membatasi jumlah kunci yang kutempa. Menyisakan satu hanya untuk dia yang nanti datang menemui Papa. Memintaku menjadi pendampingnya sampai akhir waktu kami di dunia, dan semoga bertemu pula di akhirat-Nya.
(Madang, 8 Desember 2014)
Sabtu, 20 Desember 2014
Harusnya
harusnya kita diam saja
menikmati getar rasa dalam dada
harusnya kita diam saja
melirik dengan jarak sekian depa
harusnya kita diam saja
menyulam tawa dalam sepi yang ada
harusnya kita diam saja
bercerita lewat kata yang tak teraba mata
harusnya kita diam saja
biar hati kita saja yang berbicara
harusnya kita diam saja
agar doa-doa kita terpanjat penuh gelora
harusnya kita diam saja
agar perasaan kita tak ternoda bintik-bintik dosa
harusnya kita diam saja
supaya pada waktunya kita indah saling mencinta
(Ditulis saat hati terisi perasaan yang belum seharusnya dimiliki, padahal sesungguhnya ada Allah Sang Maha Membolak-balikkan Hati)
Kamis, 27 November 2014
Ketika Rasa
(Nasihat utk diri sendiri, sodara, sahabat dan temen2)
Ketika Rasa...
Ketika rasa untuk bertemu dengannya begitu bergejolak ...
Tetapi iman tetap mengatakan tidak untuk menemuinya karena dia bukan kekasih halalmu ...
Di situlah cinta Allah kepadamu mulai mekar ...
Ketika rasa untuk memilikinya semakin besar karena ketakutan dia akan dipersunting orang lain tapi kita belum siap datang melamar lalu kita menahan diri untuk tidak memberinya harapan yang tak jelas ...
Di situlah Allah semakin memelukmu dengan kasih sayang ...
Ketika dia yang begitu dipuja akhirnya mendapatkan pasangannya tapi sayang itu bukan engkau ...
Namun engkau tetap kuat dan yakin Allah akan memberimu pendamping terbaik ...
Di situlah Allah mendengar do’amu dan berjanji kepadamu untuk memberimu yang terbaik pada saatnya nanti ...
Semua rasa, semua cinta, dan semua kecewa jika Allah sandarannya, kau tak akan pernah kehilangan apapun. Kau justru akan semakin dekat dengan Nya dan Dia akan semakin ingin memberimu yang terbaik ...
Semua tergantung padamu, mau percaya pada janji Allah atau mau menuruti nafsu untuk mendapatkannya dengan jalan tak halal?
Setiap jalan adalah pilihan dan tentu setiap pilihan punya konsekuensi dunia dan akhirat yang berbeda ...
#copas_dari_setia_furqon_kholid
#G0011033
Rabu, 26 November 2014
Angin dan Hujan (Tere Liye)
Angin dan hujan
Kenapa ada angin?
Agar orang-orang tahu kalau ada udara di sekitarnya..
Tiap detik kita menghirup udara, kadang lupa sedang bernafas..
Tiap detik kita berada dalam udara, lebih sering tidak menyadarinya.
Angin memberi kabar bagi para pemikir
Wahai, sungguh ada sesuatu di sekitar kita.
Kenapa ada hujan?
Agar orang-orang paham kalau ada langit di atas sana..
Tiap detik kita melintas di bawahnya, lebih sering mengeluh..
Tiap detik kita bernaung di bawahnya, lebih sering mengabaikan.
Hujan memberi kabar bagi para pujangga
Aduhai, sungguh ada yang menaungi di atas.
-Tere Liye
"Sungguh penciptaan langit dan bumi itu lebih besar dari penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya." (QS. Ghafir: 57)
“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya. (QS. Ibrahim: 34)
Kamis, 06 November 2014
Masihkah Peduli?
Kau benar-benar mundur perlahan, tanpa bisa kurabarasakan. Kau mengisi harimu dengan dia yang kau bilang selalu ada. Aku tahu kau butuh seseorang yang selalu ada untukmu seperti aku dulu. Dan kau juga tahu aku tak bisa lagi seperti dulu. Kau berjalan bersamanya dengan perlahan tapi pasti. Satu demi satu kenyataan mulai terkuak kini. Ketika kau tak lagi menyapa lima, ketika angkamu mulai berubah aku tak sadar. Sekarang aku yang tolol ini baru tahu yang sesungguhnya. Apa yang terjadi saat aku berujar silakan pergi. Kau sungguhan pergi tanpa tendensi untuk kembali. Kau sungguhan mundur teratur. Kemudian tanpa sedikit pun kumerasa, kau sudah berbahagia bersama dia di sana.
Aku tahu, kau bisa jadi tidak bermaksud menutupinya. Aku saja yang waktu itu kurang peduli.
Lalu sekarang, apakah aku masih peduli? Saat kau menyingkap semuanya, saat kau menjadi jujur, saat kau ingin menunjukkan pada dunia bahwa kau baik-baik saja. Ya aku peduli.
Semoga peduliku detik ini adalah peduli yang baik. Syukurnya degup di organ dada kiriku tak sekencang minggu lalu. Tak lagi ia teraba menggelegak dari luar, hanya sekadar gelenyar-gelenyar pelan yang sedikit mengusik. Membisikkan kenyataan padaku, memaksaku tetap peduli pada angan yang waktu itu terlalu tinggi kugantungkan. Supaya aku tetap peduli.
Di tempat ini aku bercerita, menitipkan kisah-kisah dan doa-doa pada langit. Hanya saja pintaku akanmu tak tersangkut baik, di atas sana ia bergoyang-goyang disenggol angin bersama desaunya yang entah kenapa waktu itu sangat memekakkan telinga. Hingga tiba suatu detik angan itu melayang terbang menjauhiku yang masih berdiri memandang awang. Melambaikan tangan dengan ringan setelah merasa begitu lama diabaikan. Dan aku masih peduli.
Angan itu kini ditukar dengan asa lain, yang kugantungkan pada tempat lain yang lebih tinggi. Kuantarkan ia ke atas pelan-pelan dan hati-hati. Kuikat dia di tepi langit agar Dia bisa selalu melihatnya, agar asaku kali ini tak menjadi sia-sia. Di sana kutitipkan juga doa untukmu agar diberikan yang terbaik untuk hidupmu kini dan nanti. Agar kau temukan bidadari surgamu di dunia tanpa perlu menggadaikan imanmu karena aku disini masih peduli.
Terimakasih.
Selasa, 04 November 2014
Muhasabah setelah nyeri
Ya Allah, terimakasih telah menjagaku, melindungiku, menghindarkan hambaMu yang lemah ini dari palung kehinaan. Engkau bangunkan aku dari angan-angan tak berkesudahan, Kau tampar aku dengan kenyataan yang selama ini aku abaikan. Engkaulah Sang Maha, yang tak akan pernah meninggalkan hambaMu meski aku sempat berada jauh dariMu :')
Minggu, 24 Agustus 2014
Semangat Perubahan!
Kami memasang target pencapaian satu bulan demi Rp350K yang telah kami keluarkan di siang hari yang terik. Merubah kebiasaan memang tak mudah, tapi sedikit demi sedikit saya juga mau berubah. Mulai rutin menjalankan latihan dan mengelola kebiasaan yang salah.
Semangat, Saya!
Minggu, 17 Agustus 2014
Kamu, Selamat Ya Sudah Mengulang Tanggal Tak Biasa Ini 20 Kali
Selamat panjang umur saya kan doakan
Selamat sejahtera, sehat sentosaa
Barokahlah umurnya dan bahagiaa
*yang di atas ini lagu*
Indonesia sudah 69 tahun merdeka (mungkin) dari jajahan pemerintah kolonial, kau pun telah 20 tahun merdeka dari rahim ibumu. Seperti kita yang masih setia mengabdi kepada negeri, sebagai anak lelaki teruslah mengabdi kepada Ibu, kepada Islam, kepada NKRI. Kan sekarang dirimu tidak lagi menyandang -teen dalam hitungan orang Barat, maka semoga kamu semakin dewasa dalam berpikir dan bertindak.
Semoga Allah senantiasa memberikan dan menunjukkan yang terbaik untukmu. Mempermudah langkah menuju tujuan-tujuanmu yang insyaallah bermanfaat bagi manusia lainnya :')
Rabu, 23 Juli 2014
Refleksi
Malam ini aku merindu mengadu dalam suasana syahdu.
Mengingat betapa aku bersalah betapa aku sering lupa.
Masih saja aku lalai meski Tuhan berkali mengingatkan.
Mungkin Ia pun telah bosan melihat keimananku yang selalu tak stabil.
Menjadi begitu baik suatu waktu lalu berubah menggila tanpa jeda.
Merasakan ini menjadi rutinitas buatku.
Mampu menyadari harusnya jadi keuntungan yang bisa merubahku.
Maaf yang tak pantas lagi terujar mulai mendesakku.
Memaksaku kembali pada kenyataan bahwa aku Sang Pendosa.
Mengharap Tuhan masih berkenan terima taubat.
Mengampuni aku yang plinplan dan lupa diri.
Jumat, 11 Juli 2014
Arti Manusia
Barusan saja keluargaku membuka diskusi bertemakan 'Arti Manusia' ketika tampaknya banyak yang belum terlelap. Pendapat, pemikiran, gagasan yang sebelumnya tak terpikirkan olehku tampak muncul bergiliran di layar obrolan. Perlahan mungkin kami yang kekanakan ini mulai dewasa, mulai hidup dengan membawa dunia di pundak kami, mulai berpikir tentang tujuan Allah membuat kami lahir ke Bumi-Nya.
Aku bukanlah orang yang konsisten. Aku seringkali mengingkari komitmen yang telah kubuat. Ironis memang. Seorang yang tampaknya keukeuh dengan pendiriannya ternyata sangat rapuh dan mudah goyah. Aku yang cukup banyak berkoar mengenai Arti Manusia ternyata yang paling belum mencapai batasnya. Aku yang mudah goyah, mudah lupa, mudah tergoda nafsu yang membakar darah ini harus sering dibimbing memang. Ketika aku jauh maka akan sangat mudah untuk terlepas dari rengkuhan kebaikan yang senantiasa ditebarkan saudara-saudaraku.
Oh, aku menyayangi kalian yang dengan sadar ataupun tidak terus menerus menarikku lagi dan lagi kedalam lingkaran penuh berkah ini. Mengisi hati dan pikiranku dengan semua hal baik yang kalian miliki. Terimakasih banyak keluargaku :')
Untuk KAS_3G.
Minggu, 25 Mei 2014
Gagasan Selingkuh
Hari itu hujan turun tiba-tiba. Benar-benar seperti air yang dicurahkan dari langit. Aku hanya berdiri mematung di perjalanan pulang, tanpa payung, setelah dicampakkan olehnya. Air mataku menderas seiring rintiknya yang perlahan memudar, seperti cinta Ayah. Air yang ditumpahkan itu habis. Hujan pun berhenti. Hanya rintiknya yang masih bisa ku dengar, tatapanku tak jelas lagi, air mataku terus mengalir tanpa bisa kutahan. Kakiku seakan kehilangan tenaganya untuk menopang tubuh kecilku. Aku terduduk lemas di pinggir jalan. Dia segalanya bagiku. Ayah yang membesarkanku. Dan sekarang ia memilih untuk tinggal bersama wanita pilihannya, dan anak-anak barunya. Ibu, aku merindukanmu.
Perempuan itu merebut Ayah dariku. Aku tahu seharusnya aku rela, harusnya aku berubah menjadi dewasa bersama kasih yang belum kutemukan di perempat bayaku. Tapi aku masih anak perempuannya yang hidup dan tumbuh besar semenjak Ibu pergi bertahun lalu. Perempuan itu merenggut kebahagiaanku. Begitupun putra-putrinya. Aku tak bisa rela.
***
Kalau boleh menangis aku akan melakukannya sekarang. Tapi jangan dulu, nanti saja. Laki-laki itu sepertinya masih menungguku di depan sana dan aku aku tidak cukup rela mempermalukan diri dihadapannya. Setelah kudengar langkah kakinya menjauh barulah aku melongokkan kepala, menatapi punggungnya yang berjalan acuh menjauhi kamarku. Sepertinya ia tahu aku tahu. Aku yakin ia akan mengunci diri dalam ruang kerjanya, menyibukkan pikirannya dengan tugas kantor yang katanya seabrek. Begitupun aku. Mengunci diri di kamar bertema biru dengan bulir-bulir bening tak henti menetes dari mataku. Isak kecewaku terus kuredam bantal, agar ia tak dapat mendengar dari ruang yang hanya terpisah ruang tengah.
Mataku masih sembab, sampai-sampai untuk membukanya pun aku butuh tenaga ekstra. Tapi aku sudah biasa, terlalu sering aku memergoki Papa sedang bicara mesra dengan rekan kerjanya itu. Sayangnya aku belum kebal. Pemandangan itu masih membuat nyeri hatiku. Kukira Papa jauh lebih baik daripada Mama yang meninggalkan rumah bersama cinta pertamanya yang jauh lebih mapan dari Papa. Jangan kira aku mengidap father’s complex. Aku tidak mencintai Papa dengan tidak wajar. Aku hanya kecewa karena kutahu Tante Winda sangat menyayangi Papa sejak pertama kali aku bertemu dia.
***
Dua cerita di atas adalah paragraf awal dari desain cerpen yang masih tersusun rapi dalam dropbox, belum selesai diolah. Entah kapan selesai.
Keduanya merupakan cerita mengenai orang tua yang selingkuh, dari sudut pandang anak perempuan. Entah kenapa tanpa sadar saya menulis menggunakan dasar cerita itu padahal alhamdulillah dan insyaallah keluarga saya baik-baik saja. Saya lahir dari pasangan yang saling mencintai dan mengagumi dengan cara mereka sendiri. Saya percaya mereka masih dan akan tetap berusaha saling setia sampai nanti. Mungkin gagasan cerita tadi bersumber dari cerita-cerita teman saya yang pernah mengalami hal serupa. Saya berusaha memahami perasaan mereka, mencernanya lamat-lamat hingga benar-benar lumat dan dapat saya ceritakan kembali dengan lebih padat.
Laki-laki selingkuh, perempuan selingkuh. Di zaman ini tak ada lagi bahasa tabu, semua jujur tertutur. Ketika tabu menjadi rahasia umum, diumbar seenak perut, maka saya mencoba mengambil lahan. Menyusun kembali kepingan aksara yang diserakkan Tuhan di atas bumi untuk berbagi.
Minggu, 04 Mei 2014
Selamat Tua Dua Hari Lalu
Harusnya dua hari lalu aku mengirimkan ucapan ulang tahun melalui media karena nomor ponselnya hanya ada di ponsel lamaku yang entah mengapa sejak tanggal dua tak mau menyala. Tapi ternyata ponsel pintarku pun tak cukup kuat menangkap sinyal untuk sekadar mengucapkan selamat tua untuknya.
Pesan ini aku ketik dini hari tanggal tiga, tapi tak terkirim juga sampai sekarang. Jadi kuputuskan untuk menempatkannya di rumah keduaku, di langitbiru tempat menyimpan semua kenanganku. Karena aku ragu mau mengirimkan pada orangnya :"
------------
Selamat ulang tahun untuk kamu yang disana. Selamat berkepala dua. meskipun sekarang cerita kita sudah sama sekali berbeda, tapi aku masih mengingat jelas kita dan sejarahnya karena terlalu banyak pengalaman pertamaku yang kita lakukan berdua. Untuk kau tau, mengenangmu mungkin tak akan buatku bosan sampai tua. Mengenalmu adalah salah satu hal yang harusnya aku lakukan lebih cepat. Hanya saja waktu itu aku terlalu tak peduli. Sejak awal aku denganmu memang sekadar saudara, tidak lebih tidak kurang.
Selamat tua kakak, semoga selalu lebih baik :)
Rabu, 09 April 2014
Sekilas Tentang Inferiority Complex a.k.a Minder
Ini adalah penyakit yang sudah saya derita sejak lama. Sejak sekolah menengah pertama, setelah superioritas saya terbanting oleh teman-teman dari sekolah lain yang kemampuannya jauh diatas saya. Saya mungkin tipe orang yang mudah menyerah, mudah terpatahkan semangatnya.
Situasi hari ini menyadarkan saya kembali bahwa hidup ini adalah roda yang selalu berputar. Ada kalanya saya berada di atas, dan kali ini saatnya saya di bawah. Di saat seperti ini saya merasa sangat tidak berguna. Sepertinya akan lebih baik kalau saya tidak berada di sini, di tengah lingkaran mereka. Saya merasa tidak mampu bertahan ketika saya mulai merasa tertekan oleh keadaan. Ah, saya mulai menjelek-jelekkan diri saya sendiri.
Lelah rasanya menjadi pesimis. Saya yang terlalu sering membusungkan dada, menatap masa depan dengan penuh perhitungan saat ini tenggelam digantikan oleh kepribadian lain yang seharusnya tidak pernah saya munculkan lagi ke muka umum. Memang saya bukanlah seorang yang atletis, sebagian besar kemampuan saya didominasi sebelah kiri, mungkin hanya sepersekian otak kanan saya yang sering saya fungsikan sejak saya bisa menggunakannya. Tapi tahun lalu saya telah berani mengambil keputusan, menerima tantangan yang diajukan teman-teman. Saya suka mencoba, tapi tidak cukup berani sebenarnya.
Tahun ini kami berlaga kembali, setelah tahun lalu tak sekalipun turun ke lapangan karena sesuatu dan lain hal yang sampai detik ini masih membekas sisa gondoknya. Sekali ini saya berusaha menghilangkan pesimisme yang telah menyelimuti benam saya. Sayangnya, saya malah menjadi terlalu optimis, dengan percaya dirinya saya meminta pertandingan pada juara tahun lalu ketika seharusnya kami menang Win Out karena tim mereka tidak lengkap. Saya merasa ingin berusaha, minimal sedikit berjuang. Watashi no puraido wa takai sugi, kamo. Saya lebih senang kalah dengan usaha daripada menang begitu saja, karena saya percaya kami bisa.
Tapi toh tak apa, karena sekarang aku sadar bahwa kemenangan waktu itulah yang membawa kami ke semifinal. Melangkah terus membawa kepercayaan yang dititipkan oleh Jawara agar kami dapat menorehkan nama kami di podium juara. Membuatku yakin untuk berlatih semampuku untuk menjadi pantas bersama mereka. Aku akan berusaha agar dapat dengan bangga menyandang titel juara dengan berjuang bersama teman-temanku.
Berkahilah langkah kami ya Allah, mudahkan jalan kami dalam semifinal esok hari. Kami telah berusaha sekuat tenaga dan kini kami serahkan keputusan terbesar kepadaMu. Semoga kami memperoleh yang terbaik.
Aamiin.
Air Mata untuk Dewangga Muda
10/4/14
Ya Allah... Ini pertama kalinya aku merasa bersalah pada adikku. Aku yang sering mengabaikannya, adik laki-laki yang selalu kusayangi sejak lahirnya 14 tahun lalu. Aku jarang memperhatikan dunianya, memperdulikan lingkarannya, memahami inginnya.
Aku menyayanginya Ya Allah. Ketika Engkau hadirkan ia dalam mimpiku malam ini, aku tersadar seberapa besar sayangku padanya. Rasanya sungguh tak mampu nengacuhkan, tak bisa berpura-pura lupa apa isi mimpi yang Kau berikan, tak dapat melanjutkan tidurku dengan tenang sebelum larut dalam sujud dan derai bulir membasahi pipiku. Aku tak pernah tau apa yang Engkau rencanakan untuk hambaMu, tapi aku percaya bahwa semuanya telah Engkau atur untuk kebaikan dan itulah yang terbaik yang Engkau siapkan untuk kami.
Ya Allah aku menyayanginya. Aku tak ingin ia terluka karena ia merasa kakaknya yang bodoh ini meremehkannya, meski sebenarnya aku tak bermaksud. Harusnya aku tidak pernah berkata begitu padanya. Melafalkan frasa-frasa yang menyakiti hatinya hingga anak lelaki yang tinggi kebanggaannya pun menitikkan air mata, sampai ia bahkan tak mau mengantarku ke bandara.
Aku menyayanginya ya Allah. sehingga ketika Engkau menghadirkan ia dalam mimpiku aku tersentak. Betapa perlakuanku melukainya. Betapa tak perdulinya aku pada perasaannya. Betapa tak bergunanya aku sebagai seorang kakak untuknya.
Ya Allah, aku menyayanginya. Menyayangi satu Dewangga yang sekarang diambang dewasa dan kekanakan. Kumohon, jadikanlah adikku hambaMu yng taat, lelaki yang baik, anak yang berbakti kepada orang tua dan mencintai saudara-saudaranya, serta murid yang rajin belajar dan dapat meraih hal yang diingkankannya. Cintailah ia sebesar cinta orang tuaku kepadanya, kasihilah ia sebagaimana Engkau mengasihi aku ketika kecil ya Allah.
Terimakasih Ya Allah, ampunilah dosaku dan kabulkanlah doaku di sepertiga malam beriring rintik hujan ini.
Aamiin.