Selasa, 22 Januari 2019

Sadar

Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku berdiam di masjid. Merindukan masa-masa mengaji bersama Syifaa di kampus, datang dan duduk di masjid mencari ilmu sebentar lalu berdiam lama sampai berlalu beberapa waktu sholat.

Hari ini aku duduk, menunggu teman-temanku sholat. Di masjid ketika hujan. Mendengarkan lantunan bacaan sang Imam yang merdu dan tartil, maka nikmat Tuhan manakah yang aku dustakan?

Sesungguhnya seseorang memang seharusnya menyisihkan waktunya untuk masjid. Untuk duduk merenung, diam, lepas dari dunia meski sebentar. Benar pula perkataan adik kelasku yang kubaca beberapa hari lalu. Dengan berada di rumahNya kita akan sadar betapa jauhnya kita, betapa jarangnya kita menyapaNya yang selalu siap sedia mendengarkan setiap keluh kesah, setiap cerita. Alangkah kurang bersyukurnya diri kita selama ini.

Duduk sebentar di teras masjid membuatku sadar. Aku adalah hambaNya yang penuh khilaf. Sungguh. Manusia hanya satu titik dari sekian banyak makhluk yang diperintahkan untuk beribadah kepadaNya.

(Yogyakarta, Masjid UII, 22 Januari 2019, saat senja menghitam dan gerimis menderas.)