Kamis, 21 Maret 2013

Perbincangan Pria muslim dan Non Muslim Mengenai Wanita

by Oddy Pratama Urang Bangka (Notes) on Saturday, June 2, 2012 at 7:12pm

Lelaki non Muslim bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?"
Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?
Lelaki non Muslim Menjawab: "Oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."
Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita2 kami (kaum Muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya)"
Lelaki non Muslim bertanya lagi :"Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?"
Syekh tersenyum dan mengeluarkan 2 permen dari sakunya, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi dibiarkan tebungkus. Dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.
Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"
Lelaki non Muslim menjawab: "Yang tertutup.."
Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami."*Teruntuk para "bidadari bumi" yang menghiasi indahnya bumi ini ,
Semoga Bermanfaat :)

Rabu, 06 Maret 2013

Dalam Diamku (Siti Nurhaliza ft. Krisdayanti)


Telah ku pilih jalan ini

Meski kini ku sendiri
Renungi arti sepi
Tak lagi ada satu kata
Satu jiwa dalam cinta
Yang ada hanya hampa

Semakin terasa
Semakin berbeda
Sungguh sangat menyiksa

Kata hatiku
Kusimpan dalam diam
Tak perlu ucap lagi

Kau kan mengerti suatu hari
Mengapa harus terjadi
Semakin terasa
Semakin berbeda
Sungguh sangat menyiksa

Sepiku lara
Hatiku hampa
Karena cinta
Menyiksa di dada

Lelah aku mencari
Ruang cintamu
Untuk cintaku
Bagi cinta ini

Lelah terus berlari
Tanpa berarti
Membelah hati
Terombang-ambing dalam kebimbangan

Daku terus mencari...
Terombang-ambing dalam kebimbangan

Yang hilang biarlah menjadi kenangan
Biarkanlah... lepaskanlah...

Telah ku pilih jalan ini
Meski ku sendiri
Renungi arti sepi

Jadilah seperti Intan

Kalimat itu ditujukan untukku, dari sahabat terdekatku sejak aku masih piyik, kelas 3 SD. Kalimat singkat yang menyertai rentetan kalimat panjang dari Mas Darwis Tere Liye di status Facebook-nya. Yah, meskipun aku bukan penggemar berat beliau, aku lebih dari cukup menyukai gaya bercerita dan pilihan diksi yang digunakan beliau. Padat namun sarat makna. Seperti yang ditunjukkan sahabatku ini, “Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh."




Terimakasih, Sayangku. Kau membuatku kembali menyadari arti hidup ini, betapa aku harus terus berusaha meski kadang dunia tak seperti yang diharapkan.

Aku akan terus berjuang hingga melebihi batas kemampuanku, agar seorang Intan Chairrany bisa menjadi seperti bongkahan intan yang terbaik. Aamiin :)